Monday, March 12, 2018

Opini

Malam Minggu

Bagaimana menurut kalian jika ditanya tentang malam minggu. Aku rasa kebanyakan orang gembira ya dengan malam yang satu ini. 

Satu-satunya malam di akhir pekan yang menyenangkan.
Bisa kumpul bareng keluarga.
Kumpul bareng sahabat.
Kumpul bareng pacar *eh. Itu bagi yang punya lho, hehe*

Jujur, aku tidak pernah merasakan hampa sama sekali di malam ini.
Banyak temanku yang bilang "Kemana malam minggu? Tidur? Hari gini malam mingguan buat tidur doang!!!" atau "Hangout yuk. Kesepian nih. Biasa... jomblo kayak aku gini paling-paling sukanya malam mingguan sendirian di rumah. Makanya hangout bareng yuk" dan masih banyak lagi.

Aku tidak pernah bosan melihat atau mendengar kekocakan teman-temanku tentang jomblo atau status tak bertuan satu ini. Tapi hal satu itu juga yang mau aku bahas disini. STATUS JOMBLO. 

Apakah semua yang berstatus tunggal itu selalu membosankan ?
Apakah sendiri selalu berarti menyebalkan?
Atau jomblo itu berarti ngenes dalam artian "tidak laku"?

Kalau kalian berpikir seperti itu, sepertinya kalian harus ubah mind-set kalian. Kalau bisa hapus seluruhnya tentang hal itu dan mikir lagi. Karena sejujurnya, aku suka dengan status tunggal satu ini. Tidak jarang diumur aku yang sekarang ini selalu diledek "Beneran sampai sekarang belum punya pacar?" atau "Mau nggak tak kenalin sama ini... Orangnya baik lho" dan blablabla lainnya. 

Dengan status ini, aku tidak harus terikat dengan satu orang saja.
Dengan status ini, aku bebas bertukar pendapat dengan siapa saja.
Dengan status ini, aku tidak perlu harus menjaga atau merahasiakan apapun dari seseorang.

Sejujurnya, aku bangga dengan status satu ini, karena aku sudah menjauhi larangan-Nya untuk pacaran *bukan bermaksud ngeles ya, haha*.

Aku lebih senang meluangkan waktu bersama keluargaku setiap malam minggu. Entah kenapa, itu sangat berarti untukku. Melihat senyuman ayahku yang terkadang garing kalau sedang bercanda. Mendengar ibuku yang seringkali ngomel kalau ayahku nyetir mobil terlalu kencang atau memandang kakakku yang sibuk milih barang diskon di mall. Itu adalah hal terindah di hidupku. Melihat mereka secara utuh ada di hidupku dan selalu ada di sampingku kapanpun. Setiap detik setiap menit di hidupku rasanya gak akan ada warnanya tanpa mereka.

Kalau suatu saat aku ditanya, "Pernah gak sih kamu naksir seseorang? Temen SMA, Kantor atau sapa gitu?". Bohong besar kalau gak pernah. Hahaha.

Dan ada pembelajaran menarik yang aku dapat ambil juga di malam minggu ini. Belajar untuk rela karena rela itu hal yang wajib, kudu dimiliki oleh siapapun yang hidup di dunia ini untuk tetap hidup.

Aku tidak menyangkal ya kalau aku sendiri pernah menyukai seseorang, kagum dengan seseorang itu adalah hal yang sangat wajar. Justru aneh kalau selama hidup, kita tidak pernah mengagumi seseorang. Bahkan pernah ada waktu dimana aku senang tiap kali bertemu dengan seseorang yang aku suka itu, entah disengaja atau tidak. Tapi itu hanya sekedar mengagumi, kalaupun aku suka dan akhirnya menjadi teman baik. Itu urusannya berbeda lagi. Haha.

Konteks-nya disini aku ingin menyampaikan saja, mungkin ke seluruh remaja yang cinta monyet, ke mbak-mbak yang sedang baper karena teman sekantor, atau mas-mas yang sedang galau pengin cari nomor cewek yang disuka. Belajarlah untuk melepas apa yang sudah kalian mulai dan mencoba mengerti dengan segala kondisi yang nantinya terjadi di hidup kalian. Segala sesuatu ya, apapun itu.

Kenapa aku bisa berkata-kata begitu?
Malam ini aku akhirnya mendapatkan jawaban dari segala pertanyaan kekanakan yang ada di benakku sendiri. Pertanyaan itu terus saja berputar dengan dungunya di otak polosku ini sejak beberapa minggu lalu. Dan jawaban itu cukup mengagetkan tapi mengena untukku. Sangat mengena malah. 
Darisitu-lah aku belajar untuk merelakan sesuatu yang sudah aku buat dan bangun sendiri. Rasa suka. 
Sesuatu yang tidak seharusnya aku raih sejak awal.
Karena ini pula aku jadi merasa bersalah pada diriku sendiri, diri dia dan akhirnya berdoa "Lebih baik jauhkan saja dia dari hamba ya Allah". Aku berpikir itu lebih baik.

Setelahnya. Hati ini langsung plong. Adem berasa lega selega-leganya. Berasa napas saya hembuskan sekencang-kencangnya dan pikiran langsung bersih. Berasa hidupku ini berjalan normal kembali begitu *haha*.

Hal lain yang aku pikirkan setelah ini. Kalau saja di masa depan nanti aku bisa melihat orang yang pernah aku suka atau kagumi akhirnya bisa hidup bahagia dalam konteks apapun, entah akhirnya dia berpacaran atau menikah dengan gadis tercantik pilihannya. Mungkin aku akan sangat-sangat bahagia juga, karena si dia ini juga akhirnya bahagia. 

Melihat orang lain di dekatku bahagia itu luar biasa bagiku.
Mau apa sih dari aku, pasti aku kasih.
Asalkan keluarga, sahabat terdekatku ataupun orang-orang yang sudah pernah mewarnai hidupku nantinya akan bahagia juga sepanjang hidupnya.

Siapapun dirimu. Ingatlah. Jalan pulang satu-satunya yang ditunjukkan Tuhan untuk kita hanya satu. Keluarga.

Siapapun dirimu. Ingatlah. Kita ini hidup, memang butuh yang namanya cinta atau apalah itu. Tapi untuk apa cinta jika akhirnya dibutakan.

Siapapun dirimu. Ingatlah. Jangan hanya gara-gara dia tidak balas chat, tidak ajak malam minggu, tidak ajak makan malam lantas kau marah tak karuan. Mungkin saja, ia sedang menyiapkan sesuatu sangat istimewa yang tak terlupakan seumur hidupmu.

Dan terima kasih, untuk siapapun kalian yang sudah hadir di hidupku, mengisi hidupku dengan senyum dan gelak tawa, terima kasih juga buat kamu yang berhasil membuat senyum-senyum sendiri *haha*. terima kasih semua. 

Aku bersyukur, Allah memberikan dan menghadirkan kalian di hidupku.

Hidup ini cuman sekali. Untuk apa kalian menyerah hanya karena satu hal, sedangkan banyak hal sedang menunggu untuk diraih pula. Yang penting, KELUARGA tetap nomor SATU !

No comments:

Post a Comment

Jauh Dari Image Kejamnya di Drama "Voice", Kim Jae-Wook Perkenalkan Dirinya Sebagai si Jenius di Teaser Terbaru "Her Private Life" !

Rencana tayang menggantikan drama "Touch Your Heart", Kim Jae-Wook perkenalkan dirinya sebagai si Direktur Jenius di teaser...

Fashion

Beauty

Travel