Wednesday, February 13, 2019

Alasan Suka Drama Korea, Apa Kalian Juga Punya Alasan Yang Sama ?


Rabu,
Tanggal 07 Februari 2019


Pas banget nih, hari ini lagi kosong dan cuacanya bagus, jadi semangat buat nulis dan ketik-ketik sesuka hati. Kali ini, aku bakal bahas panjang tentang Drama-drama Korea. Bukan review bukan juga news tapi lebih tepatnya tentang alasan kenapa aku suka dengan Drama Korea hingga sekarang.

Aku adalah penyuka Korea, mulai dari Drama, KPOP Style and Music dan kadang tertarik juga dengan beberapa Movie terbaru mereka. Kesukaanku ini bermula sejak SMP dan drama pertama yang berhasil menarik perhatianku adalah Boys Before Flowers yang diperankan oleh Lee Min-Ho, Goo Hye-Sun, Kim Hyun-Jung dan lainnya.


Alasan pertamaku nonton drama teenage-romance satu itu ya nggak lain dan nggak bukan adalah karena pemain-pemainnya yang super duper tampan dan ceritanya yang kadang bikin saya ngakak-ngakak sendiri. 

Sebenarnya aku pribadi nggak mau terobsesi dengan peran suatu Drama ya, dan bukan berniat untuk mempromosikan Korea lebih dari Indonesia, negaraku sendiri, tapi disini yang lebih kutegaskan adalah nilai di balik beberapa K-Drama yang aku suka.

Banyak orang-orang di lingkunganku yang suka meremehkan hobi ini dan seringkali men-judge bahwa penyuka K-Drama atau Kpop adalah orang yang freak dan aneh karena dinilai sebagai penyuka wajah plastik dan peran yang dibuat-buat alias terlalu meng-khayal. Bahkan aku sendiri pernah mengalami hal itu, "ngapain sih suka K-Drama kayak gini, cengeng" atau "K-Drama lagi?? haduh udah deh pemainnya juga gak bakalan naksir elu, jangan banyak nge-khayal".

Tapi lucunya beberapa temanku yang berbicara seperti itu malah ikutan bergabung sebagai penyuka K-Drama juga setelah ikut nonton drama bareng denganku. Kalau aku pikir anak-anak ini kayak makan muntahanya sendiri yak, kemarin bilang nggak suka eeh, sekarang malah ikutan jatuh cinta -haha-

Bukannya merasa minder atau meninggalkan hobiku ini, aku malah membanggakan kesukaanku tentang Korea dan terkadang berbagi banyak cerita tentang K-Drama di orang-orang sekitarku. Bahkan aku belajar banyak hal dari K-Drama lebih tepatnya inti cerita dari banyak Drama yang aku lihat benar-benar mengubah jalan pikiranku tentang 'Arti Hidup'. Ada beberapa adegan drama yang masih kuingat sampai sekarang.

Pertama, aku mulai dengan Drama berjudul "Weightlifting Fairy Kim Bok-Joo" yang diperankan oleh Lee Sung-Kyung dan Nam Joo-Hyuk sebagai karakter utama. Sebenarnya, aku pernah bahas panjang lebar tentang drama ini di sesi Review Suka-Suka, tapi entah kenapa rasanya tidak bisa terpisah dengan drama ini.

Drama ini dikemas dengan cerita yang ringan banget dan gak perlu mikir berat-berat saat menontonnya. Pas banget buat menikmati weekend kalian, nih. Singkat cerita, drama dari MBC ini membahas tentang persahabatan antara Kim Bok-Joo (diperankan oleh Lee Sung-Kyung) dengan Jung Joon-Hyung (diperankan oleh Nam Joo-Hyuk) yang sama-sama memiliki impian sebagai atlit profesional. Nah, ternyata diam-diam Bok-Joo menyukai seorang ahli nutrisi, Jung Jae-Yi (diperankan oleh Lee Jae-Yoon) yang merupakan kakak sepupu dari Joon-Hyung

Dua orang remaja ini memliki hubungan yang semakin dekat setelah Joon-Hyung mengetahui kalau teman SD-nya yang chubby tersebut ternyata menyukai kakaknya sendiri. Berniat ingin membantu dan men-support Bok-Joo, Jung Joon-Hyun melakukan beberapa cara untuk bisa mendekatkan mereka berdua dan membuat Bok-Joo ceria.

Sayangnya, setelah beberapa lama melakukan proses pendekatan, kakak Joon-Hyung ternyata tidak menganggap Bok-Joo sebagai orang spesial dan hanya menganggapnya seperti sahabat sekaligus adik baginya. Bahkan di satu kesempatan, Jung Jae-Yi  sempat meminta maaf ke Bok-Joo karena dirinya tidak mengetahui dengan jelas perasaan Bok-Joo selama ini. Setelah itu, Bok-Joo sedih dan tidak bersemangat bahkan malu dengan statusnya sebagai atlit angkat besi.



FYI, atlit angkat besi diberi jadwal makan berat yang padat guna untuk menambah nutrisi dan berat badan atlit agar lebih proporsional sehingga kebanyakan dari atlit angkat besi terlihat gendut dan kekar baik untuk pria ataupun wanita. Nah, si Bok-Joo malu karena sebagai wanita harusnya memiliki berat badan ideal dan wajah yang cantik ber-make up dan bukannya gendut, chubby serta kekar seperti dirinya. 

Melihat kisah Bok-Joo yang minder dengan fisiknya, seketika aku yang chubby dan memiliki berat dan tinggi yang tidak seperti model ini jadi ikut mikir dan jujur aku juga pernah minder karena fisik. Yap, kadang aku iri setiap melihat teman-temanku yang tinggi dan memiliki berat badan ideal, bahkan sempat mikir buat diet untuk mengurangi berat badan agar lebih PD dan kadang juga dalam hati sering ngedumel, "Tuh anak cantik bener yak, dibandingkan aku yang kek gini mah gk ada apa-aponya, kayak langit ama bumi" atau "Enak ya punya badan tinggi langsing kayak gitu, banyak disukain orang, banyak dipuji orang, kapan punya badan kayak gitu",

Namun pikiranku seketika berubah setelah melihat tayangan dan ucapan Joon-Hyung untuk Bok-Joo ini, " Siapa yang akan menganggapmu cantik ketika kau merasa semalu itu pada dirimu sendiri? "





Bagiku yang perlu digaris bawahi dari drama ini adalah Percaya Diri, sesuai perkataan Joon-Hyung di episode 10 tersebut menyadarkanku untuk percaya dengan diri sendiri dan tidak membandingkan apa yang kita punya dengan milik orang lain. Ada beberapa kutipan yang terbersit di pikiranku setelah menonton episode tersebut,

"Jadilah pribadi yang percaya diri dan bangga akan usaha dan hasil keringat sendiri "
Jaga dan pertahankan apapun yang menjadi milik kita
Diri kita hanya kita yang tahu, Masa bodoh dengan ungkapan negatif dari orang lain 


Kedua, drama selanjutnya yang menggerakkan hati adalah Come And Hug Me yang lagi-lagi disiarkan oleh MBC diperankan oleh Jang Ki-Yong dan Jin Ki-Joo sebagai peran utamanya. Nah, drama ini cukup sensitif dan disarankan untuk pemirsa berumur 21 tahun ke atas karena inti ceritanya berhubungan dengan aksi kriminalitas.

Drama yang ditayangkan 2 episode tiap penayangannya ini berkisah tentang Yoon Na-Moo  (diperankan oleh Jang Ki-Yong) yang berganti nama menjadi Chae Do-Jin saat dewasa dan seorang wanita bernama Gil Nak-Won yang akhirnya menjadi aktris terkenal dengan nama, Han Jae-Yi

Kisah dua orang tersebut diselingi oleh masa lalu kelam nan memilukan. Bagaimana tidak?
Yoon Hee-Jae, ayah dari Yoon Na-Moo dengan sadisnya membunuh kedua orang tua Gil Nak-Won sekaligus saat malam natal. Lebih mirisnya lagi, Gil Nak-Won adalah cinta pertama dari Yoon Na-Moo. Bagaimana bisa seorang ayah membunuh keluarga dari cinta pertama anaknya, ayah macam apa itu ???




Aku sempat tidak tertarik menonton drama ini karena inti ceritanya yang cukup sadis dan sarkastik seakan mengajarkan kita untuk tidak mencintai keluarga kita sendiri, especially membenci ayah kita sendiri, lah. Eits, tapi itu hanya first impression sebelum aku nonton drama ini, ya, tapi setelahnya pikiranku langsung berubah 360 derajat.

Drama ini memiliki plot maju mundur, karena seringkali terdapat adegan masa lalu dari Yoon Na-Moo semasa SMP saat pertama kali mengenal Gil Nak-Won dan menceritakan beberapa kisah masa lalu kelam yang membawanya kepada profesinya kini sebagai detektif kepolisian. Motivasi dirinya ingin menjadi detektif adalah untuk melindungi keluarganya dan juga Gil Nak-Won dari aksi psikopat ayahnya.

Nah, untuk drama ini aku tertegun dengan beberapa scene-nya yang menunjukkan seberapa konsisten Chae Do-Jin untuk memenuhi janjinya melindungi Nak-Won dan juga keluarganya. Seakan membuktikan kalau dirinya sekarang tidaklah lemah dan kini berkepribadian kuat, ia akhirnya bisa menjadi salah satu polisi berprestasi yang punya kewenangan untuk menangani kasus kriminal.




Dalam menit pertama lebih 43 detik, Chae Do-Jin mengatakan, " Kejahatan itu adalah sebuah pilihan... Namun surgaku satu-satunya tetaplah Nak-Won ". Kalau aku jadi Nak-Won dan tahu seberapa besar cinta yang dipendam oleh Chae Do-Jin selama ini untuknya, sebesar itu dan sesetia itu, aku mungkin langsung melting senyum senyum sendiri gak karuan lah ya, especially bertekuk lutut dan tak bisa berkata apa-apa lagi.

Bagiku adegan itu menggambarkan seberapa besar masa lalu kelamnya itu mengubah diri Chae Do-Jin menjadi seorang Polisi tangguh dengan pribadi yang kuat dan tegas seperti saat ini. Adegan saat ia memegang perutnya yang terluka dan seakan baik-baik saja membuatku benar-benar terenyuh, menurutku sangat susah untuk bisa memainkan karakter macam Chae Do-Jin ini. Ia tidak ingin orang lain, siapapun itu mengetahui besarnya penderitaan yang ia terima. Chae Do-Jin juga tidak ingin orang lain merasakan kegelapan masa lalu yang menimpa dirinya, perannya disini ingin membuat orang-orang di sekitarnya terlindungi dari sergapan ganas aksi sang Ayah.




Berkali-kali aku melihat adegan di atas, berkali-kali juga aku nangis nggak berhenti. Adegan ini benar-benar DAMN, SO SAD!!!. Dari sini satu hal yang bisa aku dapatkan, seberapa keras kita berusaha, seberapa jauh kita berlari, kita tidak akan bisa lepas dari kenangan dan kejadian masa lalu. Setiap napas ini kita hembuskan kenangan masa lalu itu juga ikut terbawa di kehidupan kita masa kini, karena tanpa masa lalu tak akan ada masa depan.



Waktu ngelihat Chae Do-Jin nahan nangis dan sakit seperti itu setelah diserang habis-habisan oleh keluarga korban pembunuhan Ayahnya, hati ini rasanya nyesek sekaligus kepingin nangis juga. Kalau di dunia nyata, ada orang dengan kisah masa lalu sekelam Chae Do-Jin saya salut banget sih karena kalau saya sendiri nggak mungkin kuat menahan beban seberat itu.

Satu hal yang bisa saya petik dari episode ke-9,10 tersebut adalah pentingnya peran keluarga di hidup kita. Setelah melihat adegan di atas, saya tiba-tiba teringat dengan pepatah, " Buah jatuh tak jauh dari pohonnya ", kalau orang tuanya punya riwayat yang baik, anaknya juga pasti baik begitu juga sebaliknya, padahal menurutku, semua itu tidak tentu terjadi. 

Nggak ada jaminan kalau orang tuanya penjahat, anaknya juga akan jadi penjahat. Nggak ada jaminan juga kalau orang tuanya sukses, anaknya juga bisa sesukses orang tuanya, kan. Sama dengan kisah Chae Do-Jin ini, karena ayahnya seorang pembunuh berantai, bukan berarti Chae Do-Jin sebagai anaknya juga akan mengikuti jejak sang Ayah, kan. 

Dari situ saya belajar untuk menerima keadaan keluarga saya apapun yang terjadi. Karena tanpa keluarga, kita tak akan ada di dunia. Gak cuman itu aja, saya belajar untuk mengerti keadaan sekitar, kalau ada seorang kriminal yang tinggal di sekitar rumah, saya nggak langsung men-judge kalau keluarga pelaku juga ikut terlibat, karena semua hal terjadi pasti ada sebabnya. So, mulai sekarang JANGAN SUKA MENILAI ORANG SEMBARANGAN !

Ketiga, Drama dari JTBC yang baru-baru ini mengakhiri episode-nya "SKY Castle". Drama keluarga satu ini hits banget bahkan disebut-sebut sebagai drama tv kabel tersukses mengalahkan drama dari tvN, "Goblin" yang diperankan oleh Gong Yoo, Kim Go-Eun, Lee Dong-Wook dan Yoo In-Na sebagai karakter utama 2016 lalu.

Drama "SKY Castle" diperankan oleh aktor-aktris kawakan dan ditemani oleh beberapa aktor-aktris muda di antaranya Kim Hye-Yeon, Lee Ji-Won, Kang Chan-Hee SF9, Kim Bo-RaKim Dong-Hee, Joe Byeong-Gyu dan Park Yoo-Na yang sempat menampakkan diri dengan peran tomboy-nya di "My ID is Gangnam Beauty" 2018 lalu.

Singkatnya, drama ini bercerita tentang bagaimana para orang tua di lingkungan rumah bernama "SKY Castle" dalam mendidik anak mereka masing-masing. Para orang tua terkesan memaksakan kehendak mereka seolah-olah untuk mewujudkan mimpi sang anak, padahal sebenarnya si anak merasa tertekan karena harus mengikuti jalan hidup yang tidak sesuai dengan keinginan mereka.

Sejujurnya nih, saya cuman lihat drama ini di episode ke-17 saat menampakkan adegan meninggalnya Kim Hye-Na. Saya sempat bertanya-tanya tentang episode tersebut, karena karakter Kim Hye-Na cukup viral saat itu. Ia digadang-gadang sebagai tokoh kunci di drama keluarga tersebut. Disini saya tidak ingin menyebarkan spoiler tentang siapa pembunuh Kim Hye-Na melainkan ada beberapa adegan yang menggugah hati saya yang juga dibahas oleh seorang Youtuber muslim, Aida Azlin.


Kata-kata Woo-Joo, karakter yang diperankan oleh Chan-Hee SF9 di menit ke 03:42 benar-benar menggerakkan hati saya. " Siapa diriku? Seperti apa aku? dan untuk apa aku bertahan? Ketika aku berhasil menemukan semua jawaban dari pertanyaan itu, disitulah sumber kekuatanku berasal kan, ayah ".

Yap, ketika kalian ingin menjalankan hidup seperti yang kalian mau, satu kunci yang harus kalian pegang adalah "KETAHUILAH APA YANG KALIAN MAU DAN SIAPA DIRIMU SEBENARNYA ???". Sesuai apa yang dibilang oleh Aida Azlin, Identitas satu-satunya yang harus diketahui dan menjadi pegangan adalah 'Kita adalah ciptaan Allah', seberapa pun kita berusaha, sekeras apapun kita mencoba, tanpa kehendak Allah, kita tak bisa melakukan apa-apa. Pada-Nya kita kembali dan Pada-Nya kita berserah, begitu lah hidup. BELAJARLAH UNTUK TAHU SIAPA DIRIMU, SELANJUTNYA BIAR ALLAH YANG MENJAWAB 

Nah, adegan yang hanya berjalan kurang lebih 3 menit itu benar-benar mengingatkan saya akan identitas sebenarnya dari Manusia. Sedikit durasinya namun besar dampaknya bukan ???

So, bagi kalian siapapun itu terutama pecinta drama seperti saya, JANGAN PERNAH MINDER dengan apa yang kalian suka. JADILAH DIRI SENDIRI. Walaupun saya pribadi belum sepenuhnya menjadi diri sendiri, tetapi tak ada salahnya kan belajar mulai dari sekarang, LIFE JUST ONCE. LET IT GO ON !

Nah, itu adegan drama yang saya suka dan berhasil menggugah hati saya, bagaimana dengan kalian ???

Comment down below, please !

No comments:

Post a Comment

Sedihnya, Go Ji-Yong dan Seung Jae Dikonfirmasi Akan Meninggalkan Ragam Acara "The Return of Superman"

\ Sedihnya, Go Ji-Yong yang seringkali menunjukkan aksi lucunya bersama sang buah hati, Seung Jae dikonfirmasi akan segera meninggalka...

Fashion

Beauty

Travel